Tampilkan postingan dengan label Belajar Menuntut Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menuntut Ilmu. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Agustus 2017

Qurban

Allah SWT berfirman. :

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِ   ۗ  فَاِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗۤ اَسْلِمُوْا   ۗ  وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ 

"Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Ilah mu ialah Ilah Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),"

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 34)

الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَالصّٰبِرِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَصَابَهُمْ وَالْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ   ۙ  وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan sholat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)

وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَـكُمْ مِّنْ شَعَآئِرِ اللّٰهِ لَـكُمْ فِيْهَا خَيْرٌ   ۖ  فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ   ۚ  فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَـرَّ   ۗ  كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَـكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 36)

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُـوْمُهَا وَلَا  دِمَآؤُهَا وَلٰـكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ ۗ  كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا  لَـكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ ۗ  وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 37)

Asbabun Nuzul ayat 37
Menurut Ibnu Juraij , ayat ini di turunkan berkenaan dengan orang orang Jahiliyah yang melumuri Ka'bah dengan daging dan darah unta. Para sahabat pun berkata ," Kami lebih berhak untuk melumuri Ka'bah."
( H.R Ibnu Abi Jatim )

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَـقِّ ۘ  اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ  مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِ ۗ  قَالَ لَاَقْتُلَـنَّكَ ۗ  قَالَ  اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

"Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam ●272●, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, Sungguh, aku pasti membunuhmu! Dia (Habil) berkata, Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa."

(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 27)

● 272 ● para musafir mengatakan , namanya Qabil dan Habil

Jenis-jenis Qurban
● Unta.                       : 10 Orang
● Sapi                         : 7 Orang
● Kambing / Domba : 1 Orang

Cacat Hewan Qurban ( Larangan )
★   Buta , sebelah dan tampak Jelas
★   Sakit , dan Tampak jelas Sakitnya
★   Pincang dan Tampak jelas pincangnya
★   Sangat tua , sampai terlihat tulangnya

Cacat Hewan Qurban ( Makruh )
★    Telinganya terotong
★    Tanduknya pecah

Larangan Dalam Berkorban
1. Tidak boleh memotong rambut
2. Tidak boleh memotong kuku

Waktu Penyembelihan : hari - hari tasrik

Rabu, 09 Agustus 2017

1.1 Penyimpangan Dalam Kehidupan Manusia

1.1. Penyimpangan dalam Kehidupan Manusia

Pada asalnya, manusia adalah bertauhid. Dan bertauhid merupakan fitrah yang dikaruniakan Allah Subhanahu waTa’ala untuk manusia. Allah Subhanahu waTa’alaberfirman,

Artinya:"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah." (Ar-Rum: 30).

Dan Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

Artinya:"Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (beragama Islam ed.), maka kedua ibu bapaknyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR. al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Karena itu, syirik adalah unsur luar yang menyusup terhadap fitrah tersebut. Dan pertama kali, syirik serta penyimpangan akidah itu terjadi pada kaum Nuh. Mereka menyembah patung-patung. Lalu datanglah Amru bin Luhay al-Khuza'i, dan mengubah agama Ibrahim serta membawa patung-patung ke tanah Arab, dan ke tanah Hijaz secara khusus, sehingga patung-patung itu pun disembah selain Allah Ta’ala. Selanjutnya perbuatan syirik itu menyebar ke negeri suci tersebut dan negeri-negeri tetangganya, sampai kemudian Allah Ta’ala mengutus NabiNya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk menyeru manusia kepada tauhid dan mengikuti agama Ibrahim. Beliau berjuang keras sampai akidah tauhid dan agama Ibrahim kembali lagi dianut. Beliau menghancurkan patung-patung, dengannya Allah Ta’ala menyempurnakan agama ini serta menyempurnakan nikmatNya untuk segenap alam. Demikianlah, generasi-generasi pertama yang diutamakan dari umat ini berjalan di atasnya, sampai kemudian kebodohan (tentang agama) merajalela pada generasi-generasi akhir dan unsur-unsur asing dari agama-agama lain merasukinya, sehingga kembali merebaklah kesyirikan di tengah-tengah umat. Hal yang juga disebabkan oleh da’i-da’i sesat dan didirikannya bangunan-bangunan di atas kuburan sebagai bentuk pengagungan kepada para wali dan orang-orang shalih dengan dalih cinta kepada mereka, hingga dibangun di atas kuburan mereka bangunan-bangunan peringatan, dan dijadikan sembahan-sembahan selain Allah Ta’ala dengan segala bentuk pendekatan, baik dengan do’a, memohon pertolongan, menyembelih (kurban) atau nadzar karena kedudukan mereka. Ini adalah perbuatan syirik dalam beribadah kepada Allah Ta’ala.

Adapun terhadap tauhid rububiyah, maka mereka mengakuinya. Dan tidak ada manusia yang mengingkari rububiyah kecuali sedikit sekali, seperti Fir'aun, orang-orang atheis dan komunis pada zaman ini. Tetapi pengingkaran mereka tersebut hanyalah karena kesombongan mereka. Jika tidak, tentu mereka mau tidak mau akan mengakuinya dalam hati dan sanubari mereka, sebagaimana firman Allah Ta’ala, 
Artinya: "Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya." (An-Naml: 14).

Kamis, 03 Agustus 2017

ALLAH S.W.T

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَالَّذِيْنَ هَاجَرُوْا  وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ  اُولٰٓئِكَ يَرْجُوْنَ رَحْمَتَ اللّٰهِ ۗ   وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 218)

قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ  يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 31)

لَيْسَ لَكَ  مِنَ الْاَمْرِ شَيْءٌ اَوْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ اَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَاِنَّهُمْ ظٰلِمُوْنَ

"Itu bukan menjadi urusanmu (Muhammad) apakah Allah menerima tobat mereka, atau mengazabnya, karena sesungguhnya mereka orang-orang zalim."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 128)

وَمَنْ لَّمْ يَسْتَطِعْ مِنْكُمْ طَوْلًا اَنْ يَّنْكِحَ الْمُحْصَنٰتِ الْمُؤْمِنٰتِ فَمِنْ مَّا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ مِّنْ فَتَيٰـتِكُمُ الْمُؤْمِنٰتِ  ۗ  وَاللّٰهُ اَعْلَمُ بِاِيْمَانِكُمْ  ۗ  بَعْضُكُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ  ۚ  فَانْكِحُوْهُنَّ بِاِذْنِ اَهْلِهِنَّ وَاٰ تُوْهُنَّ اُجُوْرَهُنَّ بِالْمَعْرُوْفِ مُحْصَنٰتٍ غَيْرَ مُسٰفِحٰتٍ وَّلَا مُتَّخِذٰتِ اَخْدَانٍ  ۗ  فَاِذَاۤ اُحْصِنَّ فَاِنْ اَ تَيْنَ بِفَاحِشَةٍ فَعَلَيْهِنَّ نِصْفُ مَا عَلَى الْمُحْصَنٰتِ مِنَ الْعَذَابِ  ۗ  ذٰ لِكَ لِمَنْ خَشِيَ الْعَنَتَ مِنْكُمْ  ۗ  وَاَنْ تَصْبِرُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ  ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Dan barang siapa di antara kamu tidak mempunyai biaya untuk menikahi perempuan merdeka yang beriman, maka (dihalalkan menikahi perempuan) yang beriman dari hamba sahaya yang kamu miliki. Allah mengetahui keimananmu. Sebagian dari kamu adalah dari sebagian yang lain (sama-sama keturunan Adam-Hawa), karena itu nikahilah mereka dengan izin tuannya dan berilah mereka maskawin yang pantas, karena mereka adalah perempuan-perempuan yang memelihara diri, bukan pezina, dan bukan (pula) perempuan yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraannya. Apabila mereka telah berumah tangga (bersuami), tetapi melakukan perbuatan keji (zina), maka (hukuman) bagi mereka setengah dari apa (hukuman) perempuan-perempuan merdeka (yang tidak bersuami). (Kebolehan menikahi hamba sahaya) itu, adalah bagi orang-orang yang takut terhadap kesulitan dalam menjaga diri (dari perbuatan zina). Tetapi jika kamu bersabar, itu lebih baik bagimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. An-Nisa' 4: Ayat 25)

اَفَلَا يَتُوْبُوْنَ اِلَى  اللّٰهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَهٗ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 74)

يٰۤـاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّمَنْ فِيْۤ اَيْدِيْكُمْ مِّنَ الْاَسْرٰٓى ۙ  اِنْ يَّعْلَمِ اللّٰهُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ خَيْرًا يُّؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّاۤ اُخِذَ مِنْكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Wahai Nabi (Muhammad)! Katakanlah kepada para tawanan perang yang ada di tanganmu, Jika Allah mengetahui ada kebaikan di dalam hatimu, niscaya Dia akan memberikan yang lebih baik dari apa yang telah diambil darimu dan Dia akan mengampuni kamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 70)

ثُمَّ يَتُوْبُ اللّٰهُ مِنْۢ بَعْدِ ذٰ لِكَ عَلٰى مَنْ يَّشَآءُ  ۗ  وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

"Setelah itu Allah menerima tobat orang yang Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 27)

Lihat Pula Quran Surah :

●  QS. At Taubah 91
●  QS. An Nur : 22
●  QS. Al Hujurat : 5
●  QS. Al Hadid : 28
●  QS. Al Mumtahanah : 7 dan
●  QS. At Tahrim : 1

Asmaul Husna

Asmaul Husna artinya nama-nama Allah yang indah, baik, agung dan mulia sesuai dengan sifat-sifat Nya. dalam artian perkata "Asma" berarti nama dan "husna" berarti yang baik atau yang indah, jadi asma'ul husna adalah nama nama milik Allah yang baik dan indah. Asmaul Husna merujuk kepada nama-nama, sebutan, gelar, sekaligus sifat-sifat Allah SWT yang indah dan baik. Istilah Asmaul Husna juga dikemukakan oleh Allah SWT dalam Surat Thaha:8 yang artinya:

"Dialah Allah, tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai asmaa'ul husna (nama-nama yang baik)."
(Q.S. Thaha:8).

Allah berfirman juga berfirman dalam Surat Al-Baqara:31 dan Al-Ar'raaf:130, sebagai berikut:

"Milik Allahlah nama-nama yang indah, dan mohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama tersebut"
(Al-A'raaf:180)

"Dia telah mengajari Adam seluruh nama" (
Q.S Al-Baqarah:31)

Nama Allah yang mulia dan agung tersebut merupakan kebesaran dan kekuasaan Allah, sebagai pencipta serta pemelihara alam semesta beserta segala isinya ini. Bagi seorang muslim salah satu cara mengenal Allah adalah dengan mempelajari sifat-sifat Allah serta mengenal 99 asma Allah (99 nama Allah).

Berikut 99 Asmaul Husna (99 nama baik allah) beserta Arti nama allah dalam bahasa indonesia:

Allah Allah ﺍﻟﻠﻪ

1. Ar Rahman ( Allah Yang Maha Pengasih ) ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ

2. Ar Rahiim Allah Yang Maha Penyayang ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

3. Al Malik ( Allah Yang Maha Merajai ) (bisa di artikan Raja dari semua Raja) ﺍﻟﻤﻠﻚ

4. Al Quddus ( Allah Yang Maha Suci ) ﺍﻟﻘﺪﻭﺱ

5. As Salaam ( Allah Yang Maha Memberi Kesejahteraan ) ﺍﻟﺴﻼﻡ

6. Al Mu`min ( Allah Yang Maha Memberi Keamanan ) ﺍﻟﻤﺆﻣﻦ

7. Al Muhaimin ( Allah Yang Maha Mengatur ) ﺍﻟﻤﻬﻴﻤﻦ

8. Al `Aziiz ( Allah Yang Maha Perkasa ) ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ

9. Al Jabbar ( Allah Yang Memiliki Mutlak Kegagahan ) ﺍﻟﺠﺒﺎﺭ

10. Al Mutakabbir ( Allah Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran ) ﺍﻟﻤﺘﻜﺒﺮ

11. Al Khaliq ( Allah Yang Maha Pencipta ) ﺍﻟﺨﺎﻟﻖ

12. Al Baari` ( Allah Yang Maha Melepaskan ) (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan) ﺍﻟﺒﺎﺭﺉ

13. Al Mushawwir ( Allah Yang Maha Membentuk Rupa ) (makhluknya) ﺍﻟﻤﺼﻮﺭ

14. Al Ghaffaar ( Allah Yang Maha Pengampun ) ﺍﻟﻐﻔﺎﺭ

15. Al Qahhaar ( Allah Yang Maha Menundukkan / Menaklukkan Segala Sesuatu ) ﺍﻟﻘﻬﺎﺭ

16. Al Wahhaab ( Allah Yang Maha Pemberi Karunia ) ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ

17. Ar Razzaaq ( Allah Yang Maha Pemberi Rezeki ) ﺍﻟﺮﺯﺍﻕ

18 Al Fattaah ( Allah Yang Maha Pembuka Rahmat ) ﺍﻟﻔﺘﺎﺡ

19 Al `Aliim Allah Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu) ﺍﻟﻌﻠﻴﻢ

20 Al Qaabidh Allah Yang Maha Menyempitkan (makhluknya) ﺍﻟﻘﺎﺑﺾ

21 Al Baasith Allah Yang Maha Melapangkan (makhluknya) ﺍﻟﺒﺎﺳﻂ

22 Al Khaafidh Allah Yang Maha Merendahkan (makhluknya) ﺍﻟﺨﺎﻓﺾ

23 Ar Raafi` Allah Yang Maha Meninggikan (makhluknya) ﺍﻟﺮﺍﻓﻊ

24 Al Mu`izz Allah Yang Maha Memuliakan (makhluknya) ﺍﻟﻤﻌﺰ

25 Al Mudzil Allah Yang Maha Menghinakan (makhluknya) ﺍﻟﻤﺬﻝ

26 Al Samii` Allah Yang Maha Mendengar ﺍﻟﺴﻤﻴﻊ

27 Al Bashiir Allah Yang Maha Melihat ﺍﻟﺒﺼﻴﺮ

28 Al Hakam Allah Yang Maha Menetapkan ﺍﻟﺤﻜﻢ

29 Al `Adl Allah Yang Maha Adil ﺍﻟﻌﺪﻝ

30 Al Lathiif Allah Yang Maha Lembut ﺍﻟﻠﻄﻴﻒ

31 Al Khabiir Allah Yang Maha Mengenal ﺍﻟﺨﺒﻴﺮ

32 Al Haliim Allah Yang Maha Penyantun ﺍﻟﺤﻠﻴﻢ

33 Al `Azhiim Allah Yang Maha Agung ﺍﻟﻌﻈﻴﻢ

34 Al Ghafuur Allah Yang Maha Memberi Pengampunan ﺍﻟﻐﻔﻮﺭ

35 As Syakuur Allah Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai) ﺍﻟﺸﻜﻮﺭ

36 Al `Aliy Allah Yang Maha Tinggi ﺍﻟﻌﻠﻰ

37 Al Kabiir Allah Yang Maha Besar ﺍﻟﻜﺒﻴﺮ

38 Al Hafizh Allah Yang Maha Memelihara ﺍﻟﺤﻔﻴﻆ

39 Al Muqiit Allah Yang Maha Pemberi Kecukupan ﺍﻟﻤﻘﻴﺖ

40 Al Hasiib Allah Yang Maha Membuat Perhitungan ﺍﻟﺤﺴﻴﺐ

41 Al Jaliil Allah Yang Maha Luhur ﺍﻟﺠﻠﻴﻞ

42 Al Kariim Allah Yang Maha Pemurah ﺍﻟﻜﺮﻳﻢ

43 Ar Raqiib Allah Yang Maha Mengawasi ﺍﻟﺮﻗﻴﺐ

44 Al Mujiib Allah Yang Maha Mengabulkan ﺍﻟﻤﺠﻴﺐ

45 Al Waasi` Allah Yang Maha Luas ﺍﻟﻮﺍﺳﻊ

46 Al Hakiim Allah Yang Maha Maka Bijaksana ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ

47 Al Waduud Allah Yang Maha Mengasihi ﺍﻟﻮﺩﻭﺩ

48 Al Majiid Allah Yang Maha Mulia ﺍﻟﻤﺠﻴﺪ

49 Al Baa`its Allah Yang Maha Membangkitkan ﺍﻟﺒﺎﻋﺚ

50 As Syahiid Allah Yang Maha Menyaksikan ﺍﻟﺸﻬﻴﺪ

51 Al Haqq Allah Yang Maha Benar ﺍﻟﺤﻖ

52 Al Wakiil Allah Yang Maha Memelihara ﺍﻟﻮﻛﻴﻞ

53 Al Qawiyyu Allah Yang Maha Kuat ﺍﻟﻘﻮﻯ

54 Al Matiin Allah Yang Maha Kokoh ﺍﻟﻤﺘﻴﻦ

55 Al Waliyy Allah Yang Maha Melindungi ﺍﻟﻮﻟﻰ

56 Al Hamiid Allah Yang Maha Terpuji ﺍﻟﺤﻤﻴﺪ

57 Al Muhshii Allah Yang Maha Mengalkulasi (Menghitung Segala Sesuatu) ﺍﻟﻤﺤﺼﻰ

58 Al Mubdi` Allah Yang Maha Memulai ﺍﻟﻤﺒﺪﺉ

59 Al Mu`iid Allah Yang Maha Mengembalikan Kehidupan ﺍﻟﻤﻌﻴﺪ

60. Al Muhyii ( Allah Yang Maha Menghidupkan ) ﺍﻟﻤﺤﻴﻰ

61. Al Mumiitu ( Allah Yang Maha Mematikan ) ﺍﻟﻤﻤﻴﺖ

62. Al Hayyu ( Allah Yang Maha Hidup ) ﺍﻟﺤﻲ

63. Al Qayyuum Allah Yang Maha Mandiri ﺍﻟﻘﻴﻮﻡ

64. Al Waajid Allah Yang Maha Penemu ﺍﻟﻮﺍﺟﺪ

65. Al Maajid Allah Yang Maha Mulia ﺍﻟﻤﺎﺟﺪ

66. Al Wahid Allah Yang Maha Tunggal ﺍﻟﻮﺍﺣﺪ

67. Al Ahad Allah Yang Maha Esa ﺍﻻﺣﺪ

68. As Shamad Allah Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta ﺍﻟﺼﻤﺪ

69. Al Qaadir Allah Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan ﺍﻟﻘﺎﺩﺭ

70. Al Muqtadir Allah Yang Maha Berkuasa ﺍﻟﻤﻘﺘﺪﺭ

71. Al Muqaddim Allah Yang Maha Mendahulukan ﺍﻟﻤﻘﺪﻡ

72. Al Mu`akkhir Allah Yang Maha Mengakhirkan ﺍﻟﻤﺆﺧﺮ

73. Al Awwal Allah Yang Maha Awal ﺍﻷﻭﻝ

74. Al Aakhir Allah Yang Maha Akhir ﺍﻷﺧﺮ

75. Az Zhaahir Allah Yang Maha Nyata ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ

76. Al Baathin Allah Yang Maha Ghaib ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ

77. Al Waali Allah Yang Maha Memerintah ﺍﻟﻮﺍﻟﻲ

78. Al Muta`aalii Allah Yang Maha Tinggi ﺍﻟﻤﺘﻌﺎﻟﻲ

79. Al Barru Allah Yang Maha Penderma (Maha Pemberi Kebajikan) ﺍﻟﺒﺮ

80. At Tawwaab Allah Yang Maha Penerima Tobat ﺍﻟﺘﻮﺍﺏ

81. Al Muntaqim Allah Yang Maha Pemberi Balasan ﺍﻟﻤﻨﺘﻘﻢ

82. Al Afuww Allah Yang Maha Pemaaf ﺍﻟﻌﻔﻮ

83. Ar Ra`uuf Allah Yang Maha Pengasuh ﺍﻟﺮﺅﻭﻑ

84. Malikul Mulk Allah Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta) ﻣﺎﻟﻚ ﺍﻟﻤﻠﻚ

85. Dzul Jalaali Wal Ikraam Allah Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan ﺫﻭ ﺍﻟﺠﻼﻝ ﻭ ﺍﻹﻛﺮﺍﻡ

86. Al Muqsith Allah Yang Maha Pemberi Keadilan ﺍﻟﻤﻘﺴﻂ

87. Al Jamii` Allah Yang Maha Mengumpulkan ﺍﻟﺠﺎﻣﻊ

88. Al Ghaniyy Allah Yang Maha Kaya ﺍﻟﻐﻨﻰ

89. Al Mughnii Allah Yang Maha Pemberi Kekayaan ﺍﻟﻤﻐﻨﻰ

90. Al Maani Allah Yang Maha Mencegah ﺍﻟﻤﺎﻧﻊ

91. Ad Dhaar Allah Yang Maha Penimpa Kemudharatan ﺍﻟﻀﺎﺭ

92. An Nafii` Allah Yang Maha Memberi Manfaat ﺍﻟﻨﺎﻓﻊ

93. An Nuur Allah Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya) ﺍﻟﻨﻮﺭ

94. Al Haadii ( Allah Yang Maha Pemberi Petunjuk ) ﺍﻟﻬﺎﺩﺉ

95. Al Badii’ ( Allah Yang Maha Pencipta Yang Tiada Bandingannya ) ﺍﻟﺒﺪﻳﻊ

96. Al Baaqii ( Allah Yang Maha Kekal ) ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ

97. Al Waarits ( Allah Yang Maha Pewaris ) ﺍﻟﻮﺍﺭﺙ

98. Ar Rasyiid ( Allah Yang Maha Pandai ) ﺍﻟﺮﺷﻴﺪ

99. As Shabuur ( Allah Yang Maha Sabar ) ﺍﻟﺼﺒﻮﺭ

Pengertian Asmaul Husna
Arti secara Bahasa dan Istilah
Kata asmaul husna berasal dari bahasa arab Al-Asmaau yang memiliki arti nama-nama, beberapa nama dan al-Husnaa yang berarti yang baik, yang indah. Sedang Menurut istilah, asmaul husna berarti nama-nama yang indah bagi Allah. Asmaul Husna hanya layak disandang oleh Allah SWT, sesuai kebesaran dan keagungan-Nya. Asmaul husna Allah bersifat sempurna, sedangkan nama-nama baik bagi manusia banyak memiliki kelemahan.
Sejarah Diturunkan Ayat tentang Asmaul Husna
Di dalam kitab asbabunnuzul diterangkan bahwa pada suatu hari Rasulullah melakukan shalat di Mekah dan berdoa dengan kata-kata: "Ya Rahman, Ya Rahim". kemudian Doa tersebut terdengar oleh sebagian kaum musyrikin. saat itu kamu musyrikin berkata, "Perhatikan orang yang murtad dari agamanya! dia melarang kita menyeru dua Tuhan, dan ia sendiri menyeru dua Tuhan".

Dari adanya ucapan tersebut, turunlah Surat Al-Isra:110:
ﻗُﻞِ ﺍﺩْﻋُﻮﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺃَﻭِ ﺍﺩْﻋُﻮﺍ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَٰﻦَ ۖ ﺃَﻳًّﺎ ﻣَﺎ ﺗَﺪْﻋُﻮﺍ ﻓَﻠَﻪُ ﺍﻟْﺄَﺳْﻤَﺎﺀُ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨَﻰٰ ۚ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﺠْﻬَﺮْ ﺑِﺼَﻠَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻟَﺎ ﺗُﺨَﺎﻓِﺖْ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺍﺑْﺘَﻎِ ﺑَﻴْﻦَ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺳَﺒِﻴﻠًﺎ
Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalat mu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu".(Q.S. Al-Isra:110)
Baca Juga: Perbedaan Nabi dan Rasul
Berdasarkan Surat Al-Isra:110, kaum musyrikin mengira bahwa Rasulullah, menyebut nama Allah dan Ar-Rahman karena sepengetahuan mereka di daerah Yamamah ada orang yang mempunyai nama Rahman. Dengan turunnya Q.S. al-Isra ayat 110, hal tersebut mematahkan dugaan mereka (kaum musyrikin). kemudian Pada ayat lain, Allah SWT berfirman:
ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﺍﻟْﺄَﺳْﻤَﺎﺀُ ﺍﻟْﺤُﺴْﻨَﻰ ﻓَﺎﺩْﻋُﻮﻩُ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﺫَﺭُﻭﺍ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻠْﺤِﺪُﻭﻥَ ﻓِﻲ ﺃَﺳْﻤَﺎﺋِﻪِ ﺳَﻴُﺠْﺰَﻭْﻥَ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﻌْﻤَﻠُﻮﻥَ
"Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka memohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam nama-nama Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan". (Q.S. Al-A’raf:180).
Ayat diatas mengajarkan kepada kita agar menyebut nama Allah SWT dengan nama kebesaranNya, yakni dengan asmaul husna.
Setelah anda mengetahui nama-nama yang baik bagi allah / 99 Asmaul Husna beserta artinya, sekarang tugas anda adalah meng iman ni atau mempercayai kebesaran Allah tersebut dengan segala sifatnya. akhir kata sekian Artikel tentang 99 Asmaul Husna (Lengkap Arti dan Penjelasan), semoga bermanfaat.

Iman ( Percaya ) Kepada Qada dan Qadar ( Takdir yang Baik dan yang Buruk )

6) Iman (percaya) kepada Qada dan Qadar (Takdir yang baik dan yang buruk)
Iman kepada qada dan qadar yaitu meyakini dan percaya bahwa semua yang berlaku dalam alam ini semuanya ketentuan dan ketetapan Allah SWT. Artinya kita wajib untuk mengimani bahwa semua yang telah Allah Takdirkan, apakah itu kejadiannya baik atau buruk maka itu semua bersumber dari Allah SWT. Karena Allah mengetahui semua kejadian yang sudah terjadi, yang sedang terjadi, dan yang belum terjadi, serta semua kejadian yang tidak terjadi seandainya terjadi maka Allah mengetahuinya bagaimana itu terjadi. Wallahu A'lam Bissawab...

Iman ( Percaya ) Kepada Hari Kiamat


Iman kepada hari kiamat yaitu meyakini dan percaya bahwa hari kiamat (hari pembalasan) itu pasti akan datang. Yang mana pada hari itu semua manusia akan dikumpulkan kepadang mahsyar untuk memertimbangkan amalan-amalan atau perbuatan yang pernah ia lakukan didunia fana ini. Jadi apabila didunia ia mengerjakan semua perintah Allah dan menjauhi segala larangannya maka ia akan memasuki syurga jannatun na’im. Sebaliknya apabila didunia dia tidak pernah mengerjakan perintah Allah maka nerakalah yang menunggu mereka. Nauzubillah

Iman ( Percaya ) Kepada Kitab-Kitab Allah

Beriman kepada kitab-kitab Allah yaitu meyakini dan percaya bahwa Allah telah menurunkan wahyu (kitab suci) melalui malaikat jibril kepada para nabi untuk disampaikan kepada ummat yang berisi tentang petunjuk dan pedoman bagi umat islam. Yang dengan kitab tersebut kita tidak akan tersesat selama-laamanya. Yaitu kitab suci Al-qur’an bagi kita umat Nabi Muhammad SAW. Sedangkan kitab yang Allah turunkan ada 4 yaitu:
1. Taurat diturunkan kepada Nabi Musa AS
2. Zabur diturunkan kepada Nabi Daud AS
3. Injil diturunkan kepada Nabi Musa AS
4. Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW
Dari keempat kitab tersebut, kitab pedoman umat Nabi Muhammad SAW hanya satu yaitu Al-qur’an. Yang dengan kitab tersebut kita tidak akan tersesat selama-lamanya.Tidak ada kitab lain, karena kitab taurat, zabur, injil semua itu telah dimensohkan ke dalam al-Qur’an.

Iman ( Percaya ) Kepada Rasul-Rasul Allah


Beriman kepada Rasul-rasul Allah yaitu wajib meyakini dan percaya bahwa Allah swt telah mengutus para Rasul dan nabi kepada manusia didunia ini untuk memeperingatkan manusia dan membawa manusia ke jalan yang benar supaya kita dapat hidup bahagia didunia dan diakhirat.

Dan kita wajib percaya bahwa jumlah Nabi yang diangkat menjadi rasul adalah berjumlah 25 orang.

Iman ( Percaya ) Kepada Malaikat

Iman (percaya) kepada malaikat

Iman kepada malaikat berarti kita wajib meyakini bahwa malaikat adalah makhluk yang Allah ciptakan dari pada Nur (cahaya) dan boleh berupa berbagai bentuk, malaikat tidak sama dengan manusia dan tidak bersifat seperti sifatnya manusia.

Malaikat bukan laki-laki dan bukan perempuan. Dalam menjalankan tugasnya Malaikat sangat patuh dan taat terhadap perintah Allah SWT.

  Dan Kita wajib meyakini dan mempercayai bahwa ada 10 malaikat yang wajib kita ketahui yaitu:

1) Jibril : tugasnya membawa wahyu

2) Mikail : tugasnya menurunkan hujan

3) Israfil : tugasnya meniup sangkalkala

4) Izrail : tugasnya mencabut nyawa

5) Mungkar : tugasnya memeriksa dan menanyakan mayit didalam qubur

6) Nangkir : tugasnya memeriksa dan menanyakan mayit didalam qubur

7) Raqib : tugasnya mencatat amal kebaikan

8) Atid : tugasnya mencatat amal keburukan

9) Malik : tugasnya menjaga pintu neraka

10) Ridwan : tugasnya menjaga pintu syurga

Iman ( Percaya ) Kepada Allah SWT

Iman (percaya) kepada Allah
Iman kepada Allah merupakan Rukun Iman yang paling utama yang menjadi dasar keimanan seseorang. Beriman kepada Allah berarti wajib mempercayai bahwa Allah itu ada, Dialah Yang Maha Esa, Dialah yang telah menciptakan alam semesta beserta isinya, Dia yang telah menghidupkan dan mematikan semua makhluknya. Allah pula yang telah menciptan manusia dengan seindah-indahnya, yang telah memberi rizki berlimpah luah sehingga kita masih dapat merasakan nikmat tersebut.

A. Pengertian Iman Kepada Allah

Pengertian Iman secara bahasa Arab adalah percaya, pengertian secara Istilah , iman kepada adalah membenarkan dengan hati, mengucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

Jadi, pengertian Iman Kepada Allah adalah membenarkan dengan hati bahwa Allah ada dengan segala sifat keagungan dan kesempurnaanya, kemudian diakui dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan di dunia nyata.

Iman seseorang bisa dikatakan bagus dengan salah satunya beriman kepada Allah dari 3 aspek tadi. Unsur iman merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.
Dalil Naqli Iman Kepada Allah

Adapun dalil Naqli untuk menguatkan penjelasan diatas :

QS. Al-Baqarah 136
Quran Surah Al-Baqarah Ayat 136 dan Artinya

Artinya :

“Dan Rabb itu, Rabb Yang Maha Esa. Tidak ada Ilahi selain Dia. Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah : 163).

B. Fungsi Beriman Kepada Allah

1. Menambah Keyakinan

Kita tahu bahwa Allah SWT lah yang menciptakan segala sesuatunya dan membuat kita masih hidup sampai sekarang. Jadi kita harus semakin yakin dan bersyukur kepada Allah

2. Menambah Ketaatan

Dengan beriman kepada Allah dapat menjadikan acuan untuk taat menjalani perintah Allah dan menjauhi laranganya sehingga hati kita akan selalu ingat kepada Allah

3. Menentramkan Hati

Dalam surah Ar-Ra’ad ayat 28 dijelaskan bahwa orang-orang beriman selalu mengingat Allah, dan membuat hati mereka tentram karenanya

4. Dapat Menyelamatkan Hidup Manusia di Dunia Maupun Akhirat

Dalam Quran Surah Al-Mukminin, Allah berfirman : “Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada berdirinya saksi-saksi (hari kiamat)”

5. Mendatangkan Keuntungan dan Kebahagiaan Hidup

Manusia yang beriman kepada Allah hati mereka menjadi tentram, hidup pastinya akan lebih bahagia dan permasalahan menjadi lebih mudah diselesaikan karena Allah akan membantunya.

C. Contoh Perilaku Iman Kepada Allah

Ada banyak sekali contoh perilaku iman kepada Allah yang bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti :

1. Mendirikan Sholat

2. Menafkahkan sebagian rezeki

3. Beriman Kepada Kita Allah

4. Menafkan sebagian hartanya baik disaat waktu lapang ataupun sempit

5. Selalu berbuat kebajikan

6. Mampu menahan amarah

7. Mampu memaafkan kesalahan orang lain

8. Melaksanakan perintah Allah dari segi ibadah

9. Berhenti dari perbatan keji dan tidak mengulanginya lagi

10. Mempercayai dengan benar rukum iman

Baru ada beberapa contoh perilaku iman kepada Allah, kalau temen-temen punya referensi dari buku atau media terpercaya silahkan berkomentar agar semua tahu dan lebih lengkap lagi artikelnya

Rabu, 02 Agustus 2017

77 ( Tujuh Puluh Tujuh ) Cabang Iman

Al Imam Abu Bakar Al Baihaqy Rahimahullah telah menyebutkan tujuh puluh tujuh (77) cabang IMAN, secara ringkas cabang-cabang IMAN tersebut adalah sebagai berikut :

1. Iman kepada Allah Azza wajalla
2. Iman kepada para Rasul
Alaihissholatu wassalam
3. Iman kepada kepada para Malaikat
4. Iman kepada Al Qur'an Al Karim dan seluruh kitab yang diturunkan
5. Iman kepada taqdir, apakah itu baik atau buruk berasal dari Allah Azza wajalla
6. Iman kepada hari akhir
7. Iman kepada kebangkitan setelah kematian
8. Iman kepada pengumpulan seluruh manusia di padang mah-syar setelah dibangkitkan dari kuburannya
9. Iman bahwasanya kampungnya orang-orang beriman adalah surga dan kampungnya orang-orang kafir adalah neraka
10. Iman kepada wajibnya mencintai Allah Azza wajalla
11. Iman terhadap wajibnya takut kepada Allah Azza wajalla
12. Iman terhadap wajibnya penuh harap kepada Allah Azza wajalla
13. Iman terhadap wajibnya tawakkal kepada Allah Azza wajalla
14. Iman kepada wajibnya mencintai Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam
15. Iman kepada wajibnya mengangungkan, memuliakan dan menghormati Nabi
Shollallahu 'alaihi wasallam dengan tidak melampaui batas
16. Kecintaan seseorang terhadap agamanya sehingga dia lebih mencintai dilemparkan ke dalam api dari pada kufur
17. Menuntut ilmu, yaitu mengenal Allah Subhanahu wata'ala, mengenal agama-Nya dan mengenal Nabi-Nya
Shollallahu 'alaihi wasallam, dengan berdasarkan dalil
18. Menyebarkan ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain
19. Mengangungkan Al Qur'an Al Karim; dengan mempelajarinya, mengajarkannya, menjaga batasan-batasannya, hukum-hukumnya, ilmu halal dan haramnya, serta memuliakan ahlinya dan dengan menghafalnya.
20. Bersuci dan menjaga serta memperhatikan wudhu
21. Menjaga dan memperhatikan sholat lima waktu
22. Menunaikan zakat
23. Puasa; wajib dan sunnah
24. I'tikaf -berdiam di masjid-
25. Haji
26. Jihad di jalan Allah Azza wajalla
27. Ribath -menjaga wilayah perbatasan- di jalan Allah Azza wajalla
28. Bertahan menghadapi musuh dan tidak lari meninggalkan medan perang
29. Membayar seperlima dari ghanimah -rampasan perang- kepada imam, atau penggantinya bagi yang memperoleh ghanimah
30. Memerdekakan budak dengan bentuk mendekatkan diri kepada Allah Azza wajalla
31. Membayar kaffarah -tebusan- yang wajib karena kejahatan -pidana-; Kaffarah dalam Al Qur'an dan Assunnah ada empat :
1. Kaffarah pembunuhan
2. Kaffarah dzhi-har
3. Kaffarah sumpah
4. Kaffarah berhubungan suami istri pada saat puasa ramadhan
32. Menunaikan, memenuhi seluruh akad [perjanjian yaitu apa saja yang Allah halalkan, haramkan, dan wajibkan serta seluruh batasan-batasan di dalam Al Qur'an]
33. Menyebut-nyebut dengan pujian akan ni'mat Allah Azza wajalla, dan apa saja yang wajib disyukuri
34. Menjaga lisan dari perkataan yang tidak dibutuhkan
35. Menjaga amanah, dan wajib menunaikannya kepada yang berhak -pemiliknya-
36. Haramnya membunuh jiwa dan berlaku hukum tindak pidana kejahatan atasnya
37. Haramnya kemaluan -zina- dan wajibnya menjaga kehormatan
38. Mengepalkan tangan -tidak menyentuh- harta haram; termasuk didalamnya : haramnya mencuri, merampok, memakan suap -sogok-, dan memakan apa saja yang secara syar'i bukan haknya.
39. Wajibnya wara' -menahan diri- dalam hal makanan dan minuman, serta menjauhi apa saja yang tidak halal dari makanan dan minuman tersebut
40. Meninggalkan pakaian dan mode serta perabot yang diharamkan dan makruh
41. Haramnya permainan-permainan dan hiburan-hiburan yang bertentangan dengan syariat
42. Sederhana -hemat- dalam nafkah -belanja- dan haramnya memakan harta dengan cara yang batil
43. Meninggalkan dendam dan dengki serta iri dan hasad
44. Haramnya -menjatuhkan- kehormatan orang lain, dan wajibnya meninggalkan apa saja yang menjatuhkan kehormatan orang lain
45. Beramal Ikhlas hanya karena Allah Azza wajalla, dan meninggalkan riya'
46. Senang dengan kebaikan dan sedih dengan keburukan
47. Mengobati setiap dosa dengan taubat nashu-hah
48. Menyembelih Qurban, dan intinya adalah : Al Hadyu, Al Udhiyah dan Aqiqah
49. Taat kepada Ulil Amri
50. Berpegang teguh dengan Al Jama'ah
51. Menetapkan keputusan hukum diantara manusia dengan adil
52. Amar Ma'ruf dan Nahi Mungkar
53. Saling tolong menolong diatas kebaikan dan taqwa
54. Malu
55. Berbakti kepada kedua orang tua
56. Silaturahmi
57. Akhlaq yang baik
58. Berbuat baik kepada budak
59. Hak Tuan yang wajib ditunaikan oleh budaknya
60. Menegakkan hak-hak anak dan keluarga lainnya
61. Dekat kepada ahli agama, mencintai mereka, menebarkan salam dan berjabat tangan dengannya
62. Menjawab salam
63. Menjenguk orang sakit
64. Menyolati jenazah ahlul qiblat -kaum muslimin-
65. Mendoakan orang yang bersin -jika mengucapkan "Alhamdulillah"-
66. Menjauhi orang-orang kafir dan pembuat kerusakan serta tegas terhadap mereka
67. Memuliakan tetangga
68. Memuliakan tamu
69. Menutupi -aib- para pelaku dosa
70. Sabar terhadap musibah serta dari segala sesuatu yang dicabut dari jiwa berupa kelezatan dan kesenangan
71. Zuhud dan pendek angan-angan -dalam masalah dunia-
72. Cemburu dan tidak membiarkan anak atau istrinya bercampur baur dengan lelaki lain
73. Berpaling dari sikap ektrem -melampaui batas-
74. Dermawan dan murah hati
75. Menyayangi yang muda dan menghormati yang tua
76. Mendamaikan antara dua orang yang bertikai
77. Seseorang mencintai bagi saudaranya yang muslim apa yang dia cintai bagi dirinya, dan tidak senang ada pada saudaranya sesuatu yang dia tidak senangi bagi dirinya, termasuk dalam hal ini adalah : menyingkirkan gangguan di jalanan, sebagaimana yang di-isyaratkan dalam hadits sebelumnya.

Cabang Iman

IMAN memiliki cabang yang sangat banyak, hal ini menunjukkan bahwa kata-kata IMAN jika disebutkan secara mutlak -tanpa dikaitkan dengan kata Islam- mencakup agama secara keseluruhan. Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam telah menjelaskan cabang-cabang IMAN tersebut baik secara global ataupun secara rinci.

Berkaitan dengan penjelasan Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam tentang IMAN secara global, hal ini terdapat dalam hadits Abu Hurairah Radhiallohu 'Anhu, beliau berkata;

Rasulullah Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda :

   " IMAN itu ada lebih dari tujuh puluh cabang, dan MALU merupakan salah satu cabang dari IMAN."

dalam riwayat yang lain :

" IMAN itu ada lebih dari tujuh puluh atau enam puluh cabang, tingkatan cabang terafdhol -tertinggi- adalah ucapan LA ILAHA ILLALLOH, tingkatan cabang yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan di jalan, dan MALU merupakan salah satu cabang dari IMAN."
[Muttafaqun 'alaih]

Rukun Iman dan Rukun Islam

Rukun Iman

   Iman menurut bahasa artinya kepercayaan
   , sedangkan menurut istilah syara’ iman adalah mempercayai atau meyakini dengan hati, mengucap dengan lidah dan mengamalkannya dengan perbuatan.

  Rukun artinya landasan atau dasar.
Berarti
ada 6 landasan atau dasar dalam islam, yaitu disebut dengan rukun iman. Tanpa adanya keenam hal tersebut maka kita tidak dikatakan sebagai orang islam.

Karena semua rukun islam ini saling berhubungan dengan rukun iman, baru dikatakan islam apabila kita mempercayai rukun iman yaitu :
mempercayai Allah, mempercayai rasul, malaikat, kitab, hari kiamat dan takdir.
Seperti yang telah disebutkan dalam Al-qur’an surat Annisa ayat 59 :

Yang Artinya: “Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah rasul Nya, dan ulil amri diantara kamu. kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalilkanlah ia kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (Sunnahnya) jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih baik akibatnya." (QS. An-Nisa' :59).
Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa kita tidak dapat memeprcayai salah satunya saja. Kalau kita mengaku beriman kepada Allah maka percaya juga kepada rasul, malaikat, kitab Allah, hari kiamat, dan takdir. Sehingga dengan keimanan kita tersebut kita dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. Berikut kami jelaskan 6 rukun iman yang wajib diyakini:

Rukun Iman Ada 6 Perkara

1) Iman (percaya) kepada Allah

2) Iman (percaya) kepada malaikat

3) Iman (percaya) kepada Rasul-Rasul Allah

4) Iman (percaya) kepada kitab-kitab Allah

5) Iman (percaya) kepada Hari Kiamat

6) Iman (percaya) kepada Qada dan Qadar (Takdir yang baik dan yang buruk)

77 (Tujuh Puluh Tujuh) Cabang dari Cabang-Cabang IMAN

Rukun Islam

1. Syahadat
2. Shalat
3. Zakat
4. Puasa
5. Haji

Shiddiq , Amanah , Tabligh dan Fathanah

(Shiddiq, Amanah, Tablig dan Fathanah)

Perilaku Rasulullah saw adalah suri teladan bagi umat manusia. Ketinggian budi pekerti beliau disebutkan dalam Al-Quran sebagai berikut:
Dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Q.S. al-Qalam [68]:4)
Meneladani akhlak terpuji Rasulullah saw merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Membiasakan ahklak terpuji dalam kehidupan sehari-hari, termasuk salah satu bukti cinta kita kepada Rasulullah saw.
A. Ahklah Shiddiq, Amanah, Tablig dan Fathanah dalam kehidupan sehari-hari
Para rasul memiliki empat sifat wajib, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fathanah (cerdas). Sebagai orang yang beriman, kita wajib mengamalkan keempat sifat wajib, sebagaimana yang dimilki para rasul tersebut dalam kehidupan sehari-hari supaya menjadi anak yang beahlak terpuji.
1 Shiddiq
Arti Shiddiq adalah jujur atau berkata benar. Seseorang yang memiliki sifat shiddiq, ia tidak pernah berkata dusta. Apa yang diucapkannya selalu sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.
Orang yang memiliki sifat shiddiq merasa selalu diawasi Allah. Ia tidak mau berkata dusta meskipun orang lain tidak mengetahuinya. Hal itu disebabkan ia yakin bahwa Allah mah mengetahui segala gerak-gerik dan batin hamba-nya.
2 Amanah
Arti Amanah adalah dapat dipercaya. Lawan dari amanah adalah khianat. Seseorang yang memiliki sifat amanat, dapat memegang janji dengan baik. Apa yang telah dipercayakan oranglain kepadanya akan ditunaikan dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak pernah berkhianat dan mengingkari janji. Perkataannya mengandung kebenaran dan kebaikan.
Orang yang memiliki sifat amanah akan dipercaya orang lain, sebagaimana nabi Muhammad saw mendapat gelar Al-Amin pada waktu masih muda. Gelar tersebut diberikan kepada nabi Muhammad saw karena beliau selalu berkata benar dan tidak pernah mengingkari janji.
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. An-Nisa: 58)
3 Tablig
Arti Tablig adalah menyampaikan. Seorang rasul memiliki kewajiban menyampaikan wahyu yang diterima dari Allah kepada umat manusia. Allah memberi tugas kepada para rasul untuk menyampaikan ajaran-Nya. Para rasul tidak boleh menyembunyikan hal-hal yang telah diwahyukan Allah.
Demikian pula seorang muslim, ia memiliki kewajiban menyampaikan kebenaran kepada orang lain walau pun hanya satu ayat. Rasulullah saw bersabda:
ﺑَﻠِّﻐُﻮْﺍ ﻋَﻨِّﻲْ ﻭَﻟَﻮْ ﺍَﻳَﺔً
Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat
Jadi, dimana saja kita berada, hendaknya kita dapat mengajak orang lain untuk selalu berbuat baik, tolong menolong dan taat terhadap perintah-perintah Allah swt dan rasul-Nya. Kita tidak boleh bersikap masa bodoh dan acuh tak acuh. Apalagi, berpura-pura tidak tahu tentang ajaran islam yang harus disampaikan. Kebalikan dari tablig adalah
kitman artinya menyembunyikan.
4 Fathanah
Arti Fathanah adalah cerdas. Lawan kata cerdas adalah bodoh. Di dunia ini sesungguhnya tidak ada orang yang bodoh. Yang ada hanya orang yang malas sehingga otak mereka tidak terasah dan lama-kelamaan menjadi tumpul. Oleh karena itu, memiliki sifat cerdas merupakan keharusan bagi setiap muslim.
Jika setiap muslim bersikap rajin, otak senantiasa terasah sehingga menjadi cerdas. Orang yang cerdas mampu menyelesaikan masalah yang timbul, baik itu masalah diri sendiri maupun masalah yang dihadapi orang lain.
B. Akhlak Mulia Lima Rasul Ulul Azmi
Pernahkah kalian mendengar tentang rasul ulul azmi? Ada berapa rasul ulul azmi? Arti ulul azmi adalah yang memiliki kemauan keras. Rasul yang memiliki gelar ulul azmi berarti rasul yang memiliki kesabaran tinggi dalam menghadapi cobaan dalam berdakwah. Mereka berdakwah untuk menyampaikan ajaran islam kepada umat manusia.
Cobaan yang dihadapi rasul ulul azmi sangat berat. Ketabahan mereka menghadapi cobaan telah dibuktikan. Mereka telah mengorbankan jiwa dan raga demi tegaknya agama Allah di muka bumi.
Para rasul yang bergelar ulul azmi terdiri atas lima, yaitu nabi Nuh as, Ibrahim as, Musa as, Isa as dan Muhammad saw. Nama-nama rasul ulul azmi disebutkan dalam Al-Qur’an berikut ini.
Dan (Ingatlah) ketika kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa putra Maryam, dan kami Telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh. (Q.S. Al-Ahzab: 7)
Para rasul ulul azmi memiliki akhlak sangat mulia yang dibuktikan ketika berdakwah. Sabar, teguh pendirian, membela kebenaran, dan mengutamakan cinta kepada Allah merupakan akhlak mulia yang dimiliki para rasul ulul azmi.
C. Akhlak terhadap teman
Teman sesama siswa adalah mitra kita dalam menuntut ilmu pengetahuan dan agama. Kita harus bekerja sama dengan mereka dalam hal kebaikan serta berlomba dalam mengejar prestasi. Di sekolah kita setiap hari bertemu dengan mereka. Masing-masing dari mereka memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda-beda. Ada yang patuh, bandel, pandai, bodoh, rajin, kaya, miskin, ramai, pendiam dan sebagainya.
Bagaimanapun keadaannya mereka semua adalah teman kita. Hanya saja kita harus pandai memilih teman yang bisa diajak maju dan memberikan kebaikan kepada kita dan mana teman yang dapat meningkatkan prestasi belajar kita.
Dengan teman yang perilakunya tidak baik, seperti nakal, malas belajar dan sebagainya kita harus tetap menghargai dan menganggap mereka sebagai kawan. Hanya saja kamu tidak boleh tepengaruh oleh mereka. Adapun dengan teman yang rajin patuhdan berprestasi kita harus mencontohnya agar bisa berlomba dalam kebaikan dengannya.
Bekerja sama dan berlomba dalam kejelekan hanya membuat kita tidak pernah mencapai kemajuan, seperti saling menyontek, membolos, nakal dan sebagainya. Sebaliknya jika kamu serius belajar dan taat pada peraturan, maka kamu akan menjadi siswa yang baik dan beprestasi.
Untuk memelihara hubungan baik dengan teman, ada beberapa cara yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
1 Ucapkan “As-Salamu ‘alaikum” bila bertemu dengan teman
2 Berlaku jujur
3 Jika teman membutuhkan pertolongan, tolonglah dia
4 Memaafkan kesalahan teman
5 Saling menghormati dan menghargai
6 Tidak sombong dan tidak pelit kepada sesama teman
Hindari perlakuan yang dapat merusak pergaulan dengan teman, seperti berikut ini:
1 Menyakiti perasaan teman, baik berupa perkataan atau perbuatan
2 Menghina dan memandang rendah teman kita
3 Kikir atau pelit terhadap teman
4 Berkata bohong kepada teman
Uji Kompetensi
A. Pilihlah satu jawaban a, b, c, atau d dengan memberi tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang paling benar!
1 Seseorang yang memiliki sifat shiddiq tidak pernah berkata…
Jujur b. Benar
c. Dusta
d. Apa adanya
2 Seseorang yang memiliki sifat amanah selalu…. Janji
Mengingkari b. Memenuhi c. Lupa pada d. Melalaikan
3 Orang yang berkhianat akan masuk…
Surga b. Bulan c. Firdaus d. Neraka
4 Kita wajib menyampaikan kebenaran kepada orang lain, walaupun hanya…
Satu buku b. Satu kitab c. Satu ayat d. Satu lembar
5 Mampu menyelesaikan masalah diri sendiri maupun orang lain merupakan cirri orang bersifat…
Tablig b. Fathanah c. Shiddiq d. Amanah
6 Jika ada teman yang kesusahan, kalian harus…
Membiarkan b. Membantu c. Mempermalukan d. Mendiamkan
7 Apabila telah bebuat salah kepada teman, sebaiknya kalian…
Minta maaf jika di suruh
c. Diam saja
Segera minta maaf
d. Minta maaf pada hari yang berbeda
8 Arti ulul azmi adalah…
Memiliki kemauan keras c. Hidup sengsara
Punya harta melimpah
d. Keturunan bangsawan
9 Rasul yang bergelar ulul azmi berarti rasul yang memiliki…
Pengikut yang banyak c. Kekayaaan yang banyak
Kesabaran yang tinggi
d. Istana yang megah
10 Berikut ini termasuk rasul ulul azmi, kecuali….
Nabi Muhammad b. Nabi Musa c. Nabi Isa
d. Nabi Ismail
B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan benar
1 Siswa yang tidak shiddiq disebut…
2 Seseorang yang tidak amanah disebut…
3 Bila ada orang yang membunyikan ilmu disebut…
4 Lawan dari sifat fathanah adalah…
5 Teman kita adalah………. dalam menuntut ilmu
6 Nabi yang sejak kecil terkenal amanahnya adalah…
7 Sampaikanlah dariku walaupun satu…
8 Siswa yang berani menyampaikan kebenaran berarti telah memiliki sifat….
9 Artidari ulul azmi adalah…
10 Ciri teman kita yang baika adalah….
C. Jawablah pertanyaan berikut ini secara singkat dan tepat
1 Apa yang dimaksud dengan :
Shiddiq:
Tablig:
Fathanah
Amanah:
2 Apa akibatnya jika kalian sering berdusta?
3 Sebutkan keuntungan orang yang bersifat fathanah?
4 Sebutkan nabi yang mempunyai gelar ulul azmi?
5 Bagaimana cara memelihara hubungan baik sesama teman?

Selasa, 01 Januari 2013

Qurban

Allah SWT berfirman. :

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِ   ۗ  فَاِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗۤ اَسْلِمُوْا   ۗ  وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ 

"Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban) agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Ilah mu ialah Ilah Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),"

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 34)

الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَالصّٰبِرِيْنَ عَلٰى مَاۤ اَصَابَهُمْ وَالْمُقِيْمِى الصَّلٰوةِ   ۙ  وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ

"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati mereka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan sholat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 35)

وَالْبُدْنَ جَعَلْنٰهَا لَـكُمْ مِّنْ شَعَآئِرِ اللّٰهِ لَـكُمْ فِيْهَا خَيْرٌ   ۖ  فَاذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ   ۚ  فَاِذَا وَجَبَتْ جُنُوْبُهَا فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَـرَّ   ۗ  كَذٰلِكَ سَخَّرْنٰهَا لَـكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu banyak memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika kamu akan menyembelihnya) dalam keadaan berdiri (dan kaki-kaki telah terikat). Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 36)

لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُـوْمُهَا وَلَا  دِمَآؤُهَا وَلٰـكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْ ۗ  كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا  لَـكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ ۗ  وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ

"Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 37)

Asbabun Nuzul ayat 37
Menurut Ibnu Juraij , ayat ini di turunkan berkenaan dengan orang orang Jahiliyah yang melumuri Ka'bah dengan daging dan darah unta. Para sahabat pun berkata ," Kami lebih berhak untuk melumuri Ka'bah."
( H.R Ibnu Abi Jatim )

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ ابْنَيْ اٰدَمَ بِالْحَـقِّ ۘ  اِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ  مِنْ اَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ الْاٰخَرِ ۗ  قَالَ لَاَقْتُلَـنَّكَ ۗ  قَالَ  اِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللّٰهُ مِنَ الْمُتَّقِيْنَ

"Dan ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam 272, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, Sungguh, aku pasti membunuhmu! Dia (Habil) berkata, Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa."

(QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 27)

272para musafir mengatakan , namanya Qabil dan Habil

Jenis-jenis Qurban
● Unta.                       : 10 Orang
● Sapi                         : 7 Orang
● Kambing / Domba : 1 Orang

Cacat Hewan Qurban ( Larangan )
★   Buta , sebelah dan tampak Jelas
★   Sakit , dan Tampak jelas Sakitnya
★   Pincang dan Tampak jelas pincangnya
★   Sangat tua , sampai terlihat tulangnya

Cacat Hewan Qurban ( Makruh )
★    Telinganya terotong
★    Tanduknya pecah

Larangan Dalam Berkorban
1. Tidak boleh memotong rambut
2. Tidak boleh memotong kuku

Waktu Penyembelihan : hari - hari tasrik